dakwatuna.com – Jakarta. Mayoritas
masyarakat Jakarta masih meragukan kemampuan Jokowi jika terpilih
sebagai presiden Indonesia dalam Pilpres 2014. Setidaknya itulah yang
tercermin dari jajak pendapat yang dilakukan oleh Lingkaran Survei
Nasional (LSN).
“Sebanyak 67,8 persen publik mengaku kurang optimistis dengan
kemampuan Jokowi untuk membuat Indonesia lebih baik daripada keadaan
sekarang ini. Sedangkan yang optimistis hanya 28,9 persen,” ujar
Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta di Hotel Atlet Century, Senayan,
Jakarta Pusat, Minggu, (9/2/2014).
Menurut Dipa, tingginya tingkat pesimisme warga Jakarta terhadap
kemampuan Jokowi disebabkan anggapan minimnya pengalaman pria bernama
lengkap Joko Widodo itu. Jokowi hanya mempunyai pengalaman sebagai
Walikota Solo selama 7 tahun dan menjabat Gubernur DKI selama 16 bulan.
“Sebanyak 12,4 persen responden menganggap Jokowi belum mempunyai pengalaman memimpin dalam skala nasional,” tambah dia.
Selain itu, kata Dipa, menurutnya sebagian warga Jakarta menganggap
masih ada tokoh lain seperti Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, bahkan Ketua
umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilai lebih layak dan sarat
pengalaman untuk menjadi presiden mendatang.
“Sebanyak 10,8 persen menganggap masih ada tokoh-tokoh lain yang lebih pantas untuk menjadi presiden,” ujar Dipa.
Survei yang dilakukan oleh LSN ini dilakukan dalam rentang 10 hingga
26 Januari 2014 dan dilaksanakan di lima wilayah kota kabupaten di DKI
Jakarta dengan 790 responden.
Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik pengambilan sampel
secara berjenjang dengan tingkat margin error sebesar 3,5 persen. Untuk
pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap
muka dengan responden dengan berpedoman kuesioner.
(liputan6/sbb/dakwatuna)


Posting Komentar