BANGSA YAHUDI DILAKNAT NABI DAUD AS BEGITU JUGA MANUSIA SEKARANG
Nabi Daud AS adalah seorang Rasul dan sekaligus sebagai raja. Beliau diutus oleh Allah SWT kepada kaum yahudi, Allah berfirman:
يَادَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ
خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا
تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ
يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا
يَوْمَ الْحِسَابِ (ص26)
Artinya:“Wahai Daud, sesungguhnya
Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi maka berilah
keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu, Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab
yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”. (QS. Shad:26)
Daud AS adalah seorang raja yang adil,
ia berhukum dengan apa yang diturunkan Allah SWT, Mengharamkan apa yang
diharamkan-Nya, menjaga agama-Nya, cemburu terhadap penodaan agama.
Tidak berwala terhadap orang-orang kafir, ia senantiasa berzikir
dan bertasbih kepada Allah, memiliki suara yang merdu, Zabur adalah
kitab yang diturunkan kepadanya, burung-burung, gunung-gunung,
hewan-hewan tunduk bersamanya beribadah dan berbuat kebaikan kepada
Allah SWT, ia memiliki kemampuan untuk melunakkan besi dan ini merupakan
salah satu mukjizat yang Allah berikan kepadanya. Allah berfirman:
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ
مِنَّا فَضْلًا يَاجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ
الْحَدِيدَ (سبأ10) أَنْ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ
وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (سبأ11)
Artinya :“Dan sesungguhnya telah kami
berikan kepada Daud karunia dari Kami, (Kami berfirman): “Wahai
gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud
dan kami telah melunakkan besi untuknya. (yaitu) buatlah baju besi yang
besar-besar dan ukurlah anyamannya, dan kerjakanlah amal yang shaleh.
Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan”. ( QS. Saba:10-11)
Ia adalah raja yang adil dan bertakwa
kepada Allah, menghukumi manusia dengan Petunjuk Allah dan bukan dengan
pentunjuk dari setan, atau mengikuti hawa nafsu. Bani Israel di
sekitarnya menjadi umat yang muslim dan taat serta mendapat hidayah
Allah. Sayangnya di antara mereka adapula umat Yahudi yang kafir kepada
Nabi Daud AS. Allah berfirman:
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ
بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنْ
التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا
لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنْ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً
لِلْمُتَّقِينَ (المائدة46) وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنجِيلِ بِمَا أَنزَلَ
اللَّهُ فِيهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَئِكَ
هُمْ الْفَاسِقُونَ (المائدة47)
Artinya : “Dan Kami iringkan jejak
mereka (Nabi-nabi bani Israel) dengan Isa putera Maryam, membenarkan
kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat dan kami telah memberikan kepadanya
kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang
menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu kitab Taurat.
Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa
yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu
adalah orang-orang yang fasik”. ( Qs. Al-Maidah: 46-47)
Perjalanan bani Israel yang selalu di
bimbing oleh para Nabi dan Rasul, bahkan tidak tanggung-tanggung Nabi
tersebut menjadi raja mereka yang mempunyai kekuasaan penuh, namun
mereka tetap saja durhaka dan melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu
mereka dicela dalam lisan para nabi (Nabi Daud AS) bahkan dilaknat. Hal
itu disebabkan, sikap permusuhan dan tidak mau beramar makruf nahi
mungkar dikalangan mereka. Seperti dalam Firman Allah:
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا
مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (المائدة78)كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (المائدة79)
Artinya :”Orang-orang kafir dari
Bani Israel telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra
Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui
batas”. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang
mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka
perbuat itu. ( QS. Al-Maidah: 78-79)
Abu Dawud berkata dari Abdullah bin
Mas’ud dari Rasulullah SAW , beliau bersabda : “Sesungguhnya awal
kemerosotan yang terjadi pada bani Israel adalah ketika ada seorang
bertemu dengan orang lain, lalu ia berkata : “ Hai fulan bertaqwalah
kamu kepada Allah dan tinggalkan perbuatan itu, karena itu tidak boleh
kamu kerjakan. Kemudian ia bertemu kembali pada keesokan harinya, tetapi
hal tersebut tidak mencegahnya untuk menjad teman makan, minum dan
teman duduknya, ketika mereka melakukan hal itu, Allah mempertentangkan
hati sebagian mereka dengan sebagian lainnya, kemudian beliau
membacakan ayat : “Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat
melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu
karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. Lebih lanjut
beliau bersabda: “ Tidak demi Allah kamu harus menyuruh berbuat yang
makruf dan mencegah kemungkaran, benar-benar menahan orang-orang yang
berbuat kezaliman, dan memalingkannya kepada kebenaran, atau kamu harus
mengembalikan kepada kebenaran.” HR at-Tirmizi, Ibn Majah.
Yahudi zaman sama saja dengan yahudi sekarang
Yahudi jaman Rasulullah saw. sama dengan
Yahudi jaman Nabi Musa as. yang berselisih waktu puluhan abad, maka
Yahudi jaman sekarang pun akan tetap sama. Dalam sejarah modern pun,
diketahui bahwa sifat-sifat mereka sangat dibenci oleh negara-negara
tempat mereka berada, mereka dibenci dan diusir dari sejumlah Negara
yang pernah tinggal didalamnya. Pembantaian dan pengusiran terakhir abad
kemarin di Jerman oleh Hitler masih segar dalam ingatan.
Walaupun mereka membenci seluruh bangsa
yang berlainan ras, ada kebencian khusus mereka kepada umat Islam. Hal
itu disebabkan sifat kedengkian mereka bahwa nabi terakhir yang mereka
tunggu-tunggu ternyata tidak berasal dari garis keturunan mereka, Nabi
Yakqub as., tapi berasal dari saudaranya yang berlainan ibu, Nabi Ismail
as. Kedengkian ini tidak akan pernah sembuh karena semakin besar umat
Islam, akan semakin dengki mereka kepada umat Islam.
Kalau dulu mereka dilaknat oleh nabi
Daud AS dan Nabi Isa AS, maka hari ini orang-orang yahudi dilaknat terus
oleh manusia baik orang-orang yang beriman maupun non muslim, karena
mereka memang tidak mau merubah gaya hidupnya yang arogan, sombong
melawan Allah dan Nabi Muhammad saw. Salah satu contoh bentuk
kesombongannya hari ini adalah, mereka terus memblokade Gaza yang
dimulai sejak tahun 2007 hingga hari ini, jadi sudah 7 tahun bangsa
Palestina menghadapi kezaliman bangsa yahudi. Mereka bukan hanya sekedar
memblokade namun melarang bantuan yang masuk, merampas bantuan manusia,
membunuh relawan yang akan membantu. Bahkan seringkali menembaki dan
mengebom Gaza tanpa ada rasa berdosa sedikitpun. Maka laknat seluruh
manusia terhadapnya adalah wajar saja bagi yang mempunyai fikiran
normal.(bersambung…)
Penulis: DR. Muqoddam Cholil, MA
Sumber: knrp.org


Posting Komentar