Schapelle Leigh Corby (37)
terlihat mampu membuat semua pihak jinak dan mudah diatur. Bahkan,
sepertinya apapun yang dilakukan ratu mariyuana asal Australia itu sudah
pasti di istimewakan dan tidak akan dipermasalahkan.
Sebagai
contoh, ketika surat jaminan menyatakan Corby tinggal di Gang Lotring 14
Legian, Kuta, justru dilanggar terpidana 20 tahun itu. Dia bertempat
tinggal di tempat sangat mewah yaitu Villa Santosa Seminyak. Hal itu,
sudah sangat jelas dinilai melanggar, namun justru tidak
dipermasalahkan.
Kita juga masih ingat dengan penegasan dari
pihak Kepala Bapas Ketut Arta, yang mewajibkan untuk tinggal di rumah
sesuai dengan jaminan.
Hal yang sama juga diungkapkan Kalapas
Kerobokan Junaedi termasuk juga sikap Kejari Denpasar. Namun ketika
Corby tidak tinggal di Gang Lotring, malah berada di Villa Santosa
dengan rencana siaran ekslusifnya. Tetap saja para penegak hukum tidak
bisa menegakkan keadilan.
Anehnya lagi, ketika Tim Petugas
Kemasyarakatan bernama Andiyani yang bertugas mengawasi Corby hari ini
mendatangi Corby di Villa Santosa, hanya menjenguk dan tidak diperingati
Corby. Kedatangan petugas Kemasyarakatan seperti layaknya menjenguk
pasien di rumah sakit.
Ketika awak media mengkonfirmasi usai
menjenguk Corby, ia mengaku ke Villa Santosa dan tidak ke Gang Lotering
nomor 14 sesuai perjanjian hukum. Andiyani juga mengaku ia tahu Corby
berada di Villa Santosa.
"Kami sudah tahu Corby di Villa Santosa, sehingga kami tidak ke gang Lotring," ungkap Andiyani, tadi malam.
Terkait
Corby yang melanggar dengan tidak tinggal di gang Lotring, Andiyani
mengakui antara pihak Corby dan Bapas sudah ada kesepakatan tanpa surat.
Menurutnya, sebelum lepas pihak Corby mengatakan bahwa Corby
tinggal di Villa Santosa, tidak seperti penjamin. Itu artinya Bapas mau
diajak berbohong ke masyarakat, karena penjelasan ke awak media malah
mengayatakan sesuai alamat penjamin.
"Sebelum lepas sudah dikatakan tidak di Gang Lotering, namun lisan," ungkapnya Andiyani. Andiyani lebih jauh menerangkan bahwa tidak masalah penyelundup 4,2 Kilogram mariyuana atau ganja itu berada di Villa Santosa. Asalkan tetap masih di Bali. Dan setiap pindah tempat memberitahu petugas.
Anehnya
lagi, Andiyani mengakui tidak ada memperingati Corby dan terkesan
mengistimewakannya. Pasalnya, Andiyani mengatakan Corby tidak bisa
banyak bicara, dengan alasan Corby pusing.
"Dia mengaku capek
dan pusing, akhirnya kami tinggalkan," kilahnya. Padahal Corby
sebelumnya melempar foto dengan gaya segar bugar dan minum bir ke dunia
maya.
Tak hanya Andiyani yang terkesan sangat melindungi Corby,
Kepala Kanwil Hukum dan Ham Kompyang Adnyana juga terlihat setali tiga
uang.
Penjelasan Kompyang juga sama dengan Andiyani yakni ia mengatakan tidak masalah kalau Corby menginap di Villa.
"Tidak
masalah asalkan masih di Bali. Dalam kasus Corby ini memang sudah mohon
izin secara lisan. Kalau pindah lagi, tinggal lapor. Tidak masalah,"
jelas Kompyang.
Terkait rencana Corby yang akan wawancara
ekslusif disalah satu TV Australia, pejabat asal Tabanan ini berharap
agar Corby mempertimbangkan lagi.
Bahkan bagi dia lebih bagus
jangan sampai ada wawancara seperti itu, apalagi nanti ada hal-hal yang
bersifat menjelek-jelekan proses hukum di Bali atau Indonesia.
"Itu bisa dianggap menghina Indonesia. Lebih baik santailah, nggak usah wawancara-wawancara kayak gitu," harapnya.
Sebelumnya,
akademisi mendesak agar Corby ditahan lagi. Lantaran Corby begitu
nakal, bahkan seperti memainkan hukum di Indonesia.
Corby ke
Bali rencananya bertemu kakaknya Mercedes. Namun dia justru tersangkut
hukum karena membawa 4,2 kilogram mariyuana pada 8 Oktober 2004 dan
akhirnya ia divonis 20 tahun penjara.
Namun anehnya, Corby bak
manusia paling istimewa di Lapas Kerobokan Denpasar, Bali. Bagaimana
tidak, selain menjadi artis dadakan di negaranya, hingga terus dikejar
wartawan asing.
Corby juga mendapatkan hak istimewa remisi,
bahkan media mencatat untuk remisi terakhir yaitu 17 Agustus dan Natal
ia mendapatkan remisi tertinggi.
Total remisi yang diberikan ke
Corby adalah 40 bulan. Ditambah lagi hadiah istimewa dari Presiden
Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yaitu grasi 5 tahun sehingga membuat ratu
mariyuana itu kini melenggang bebas.

Posting Komentar