Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Aliran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran. Tampilkan semua postingan

Bela Syiah, Ade Armando Sebut MUI Dipimpin Kaum Dodol

Admin | Jumat, Februari 13, 2015 | Be the first to comment!


Pada Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta, MUI sebagai penyelenggara tidak mengundang peserta dari kelompok Syiah dikarenakan Syiah termasuk aliran sesat seperti halnya Ahmadiyah. Hal ini ternyata mengundang komentar dari Ade Armando, dosen UI yang selama ini getol mendukung dan membela Jokowi.

Melalui laman media sosialnya, ia menyebut MUI sebagai organisasi yang dipimpin oleh kaum dodol.

“Kongres Umat Islam sengaja tak mengundang wakil Syiah dengan alasan: ‘Syiah sesat!’ Beginilah kalau kaum dodol merasa berkuasa!” tulisnya melalui akun twitter @adearmando1, Jumat (13 Februari 2015).


Sebelumnya sudah dijelaskan oleh Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengapa Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI tidak mengundang Syiah.

"Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) tidak diundang dalam Kongres Umat Islam. Mereka bukan bagian dari Islam," ujar Tengku, (10/2), dilansir ROL.

Tidak diundangnya organisasi Syiah ke acara ini  menunjukkan kalau Syiah dianggap di luar pagar. Pihak yang diundang hanya organisasi Islam, IJABI dan ABI bukan organisasi Islam.

Ade Armando memang kerap membuat pernyataan kontroversial. Dulu waktu masa pilpres dimana survei awal menunjukan Jokowi unggul jauh, Ade bersumpah akan potong leher seandainya Jokowi kalah. Namun, saat mendekati hari H pencoblosan dimana survei terbaru menunjukan posisi imbang, buru-buru Ade Armando meralat sumpah potong leher.

Saat akhirnya Jokowi menang, doktor sekaligus dosen komunikasi dari Universitas Indonesia ini membuat pernyataan kontroversial lagi. Ia mengatakan bahwa Jokowi adalah khalifah umat Islam yang harus dipatuhi dan ditaati oleh umat di Indonesia. (fimadani/MP)

Kritik Dalil Prof. DR. Quraisy Shihab Bahwa Nabi SAW Tidak Dijamin Masuk Surga

Admin | Kamis, Juli 17, 2014 | Be the first to comment!

Oleh Abdullah Haidir

Pernyataan kontroversial Prof. DR. Quraisy Shihab bahwa Rasulullah saw tidak dijamin masuk surga didasari pada dalil yang rapuh.

Berikut pernyataan Prof. DR. Quraisy Shihab ;


“Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga. Nahh.. surga itu hak prerogratif Allah. Ya tho? memang kita yakin bahwa beliau mulia. kenapa saya katakan begitu? Karena ada seorang sahabat nabi dikenal orang… terus teman-teman di sekitarnya berkata, bahagialah engkau akan mendapat surga. Kemudian nabi dengar, siapa yang bilang begitu, nabi berkata, tidak seorang pun orang masuk surga karena amalnya, dia berkata baik amalnya akan masuk surga, surga adalah hak prerogratif Tuhan."

Beliau berdalil dengan riwayat yang kesannya satu riwayat, padahal diamerupakan dua riwayat dengan latar belakang berbeda.

Terkait dengan seseorang yang dianggap ahli surga oleh para sahabat,lalu dibantah Rasulullah saw bahwa dia ahli neraka, itu ada dalam riwayat Bukhari Muslim.

Kisahnya sehabis perang Khaibar, para shahabat memberitahu nama-nama pasukan kaum muslimin; 'fulan syahid, fulan syahid'. Namun ketika menyebutkan nama seseorang, Rasulullah saw bersabda, 'Tidak, kalau dia saya melihatnya di neraka karena dia mencuri pakaian (ghanimah).' 

Adapula riwayat laindalam Bukhari Muslim tentang seseorang yang tampak berani dalam medan pertempuran, namun Rasulullah saw katakan bahwa dia termasuk ahli neraka. Ketika diperhatikan oleh salah seorang shahabat, ternyata orang ini, karena tak tahan lukanya, dia bunuh diri.

Dalam kedua riwayat initidak ada ungkapan nabi 'Kalian tidak masuk surga dengan amal kalian.'

Yang ada ungkapan tersebut terdapat dalam riwayat Bukhari dan Muslim dan lainnya. Dalam riwayat Muslim, haditsnya seperti ini. Rasulullah saw bersabda,

 سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَنْ يُدْخِلَالْجَنَّةَ أَحَدًا عَمَلُهُ ». قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ «وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِىَ اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ وَاعْلَمُواأَنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

"Beramallah dengan istiqamah benar dan tepat (tidak ghuluw/melampaui batas dan tidaklalai). Karena sesungguhnya amal tidak memasukkan seseorang ke surga." Mereka berkata, 'Termasuk engkau juga wahai Rasulullah?" beliau berkata,"Termasuk saya, hanya saja Allah telah meliputi saya dengan rahmat-Nya. Ketahuilah, amal yang paling Allah cintai adalah yang kontinyu walaupun sedikit."

Hadits ini penekanannya adalah agar kita beramal dengan kontinyu atau istiqomah dan tidak berlebih-lebihan atau melampaui batas sehingga menghilangkan hak yang seharusnya dipenuhi. Karena itu Imam Bukhari memasukkan hadits ini dalam bab"Al-Qashdu Wal Mudawamah Alal Amal' (Beramal secara wajar dan kontinyu). Juga agar kita jangan sombong dengan amal kita, seakan-akan surga sudah dijamin kita raih. Tapi seraya beramal tetaplah bergantung dan mohon kemurahan Allah.

Terkait dengan sabda Rasulullah saw bahwa "Seseorang tidak dimasukkan surga oleh amalnya" Maksudnya adalah bahwa surga itu bukan "imbalan setimpal" atas amal yang kita lakukan. Jika dibandingkan dengan nikmat yangkita dapatkan selama hidup dengan amal yang kita lakukan, sebanyak apapun, tidakakan sebanding, apalagi dengan nikmat Islam, Iman serta surga yang tiadaterkira.  Karena itulah dikatakan bahwaseseorang masuk surga karena kemurahan dan karunia Allah.

Lalu dimana kedudukan amal? Amal adalahsyarat yang Allah tetapkan untuk masuk surga.  Inilah yang dimaksud dengan firman AllahTa'ala kepada ahli surga;

ادْخُلُواْالْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"Masuklah kalian ke surga sesuai dengan amal yang telah kalian lakukan." (QS.An-Nahl: 32)

Kesimpulannya adalah bahwa amal bukan"harga yang setimpal" untuk masuk surga, seperti kita menyerahkanuang sekian juta sebagai harga yang sesuai untuk beli kendaraan. Tapi amal adalah "Syarat" yang telah Allah tetapkan bagi hambaNya untuk masuk surga.Atau dengan kata lain, masuk surga berdasarkan rahmat Allah dan rahmat Allah hanya dapat diraih dengan amal yang kita lakukan sebagaimana Allah tetapkan demikian.

Jadi jawaban Rasulullah saw, "Termasuk saya juga", itu maknanya bukan "Termasuk saya juga tidak dijamin masuk surga", tapi yang dimaksud adalah bahwa perkara amal bukan merupakan imbalan setimpal atas surga yang Allah berikan, juga berlaku bagi Rasulllah saw. Hanya saja, dalam hadits yang sama Rasulullah saw menjelaskan bahwa dirinya telah diliputi oleh rahmatNya, jadi berbeda dengan manusia umumnya. Maka, hadits ini justeru memberi isyarat jaminan surga bagi Rasulullah saw, karena beliau telah diliputi oleh ramhat Allah Ta'ala dan rahmat Allah lah yang menyebabkan seseorang masuk surga.

Satu lagi catatan, menggunakan istilah hak prerogratif  untuk Allah Ta'ala adalah tidak pantas dengan keagungan dan kemuliaan Allah. Hak prerogratif adalah hak istimewa yang diberikan kepada seseorang atau lembaga yang terpisah dari masyarakat umum. Logikanya kalau seseorang punya hak prerogratif, maka ada hal yang bukan menjadi hak prerogratifnya.

Pertanyaannya adalah adakah yang bukan hak prerogratif Allah? Seakan ada hal-hal yang Allah tidak dapat ambil keputusan sendiri kecuali disetujui pihak lain. Allah Maha Kuasa, dapat menentukan  apa saja tanpa persetujuan pihak lain, namunAllah maha Adil dan tidak zalim dan Dia sudah tetapkan ketentuan dan ajaranNya sebagai panduan.   Wallahu a'lam.

Hadaanallahu wa iyyaakum ajma'iin

Timses Jokowi: Halal Menikah Sesama Jenis (Homoseksual/Lesbian)

Admin | Kamis, Juni 26, 2014 | Be the first to comment!

Siti Musdah Mulia (yang sekarang menjadi Anggota Timses Jokowi-JK -ed) dikenal sebagai feminis pejuang paham kesetaraan gender. Umat Islam sempat dihebohkan ketikan Prof.Musdah dan timnya meluncurkan  Counter Legal Draft (CLD) Kompilasi Hukum Islam. Banyak ide-ide “aneh” yang tercantum dalam CLD-KHI tersebut. Misalnya, ide untuk mengharamkan poligami, memberi masa iddah bagi laki-laki; menghilangkan peran wali nikah bagi mempelai wanita, dan sebagainya. Sejumlah profesor di UIN Jakarta sudah menjawab secara tuntas gagasan Musdah dkk. Puluhan bahkan ratusan diskusi, debat, seminar, dan sebagainya sudah digelar di berbagai tempat.

Toh, semua itu dianggap sebagai angin lalu. Prof Musdah tetap bertahan dengan pendapatnya. Biar orang ngomong apa saja, tidak perlu dipedulikan. Jalan terus! bahkan, makin banyak ide-ide barunya yang membuat orang-terbengong-bengong. Pendapatnya terakhir yang menyengat telinga banyak orang adalah dukungannya secara terbuka terhadap perkawinan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Apakah tulisan dalam blog saya ini fitnah atau salah paham? mari kita simak pernyataan Musdah dari berbagai sumber. Dan biarkan anda sendiri yang menilainya. Dalam sebuah makalah ringkasnya yang berjudul “Islam Agama Rahmat bagi Alam Semesta”, dosen Pascasarjana UIN Jakarta ini menulis:

“Menurut hemat saya, yang dilarang dalam teks-teks suci tersebut lebih tertuju kepada perilaku seksualnya, bukan pada orientasi seksualnya. Mengapa? sebab, menjadi heteroseksual, homoseksual (gay dan lesbi), dan biseksual adalah kodrati, sesuatu yang “given” atau dalam bahasa fikih disebut sunnatullah. Sementara perilaku seksual bersifat kontruksi manusia. Jika hubungan sejenis atau homo, baik gay atau lesbi sungguh-sungguh menjamin kepada pencapaian-pencapaian tujuan dasar tadi maka hubungan demikian dapat diterima” Sumber: Majalah Tabligh DTDK PP Muhammadiyah (2008)

Musdah memang sangat berani dalam menyuarakan pendapatnya, meskipun sangat kontroversial dan mengejutkan banyak orang. Dia tentu paham bahwa isu homoseksual dan lesbian adalah hal yang sangat kontroversial, bahkan dilingkungan aktivis liberal sendiri. Banyak orang yang berpendapat agenda pengesahan perkawinan sejenis ini ditunda dulu, karena waktunya masih belum tepat. Tapi, Musdah tampaknya berpendapat lain. Dia maju tak gentar, bersuara tentang kehalalan dan keabsahan perkawinan sesama jenis. Tidak heran jika pada 7 Maret 2007 pemerintah Amerika Serikat menganugerahinya sebuah penghargaan “International Women of Courage Award”.

*sumber: badaiselatan.com/pkspiyungan

Tanjakan Emen itu Khurafat!

Admin | Sabtu, Juni 21, 2014 | Be the first to comment!

KITA tentu sudah pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu misteri ini? Ya, itulah tanjakan emen. Misteri tanjakan emen ini dikabarkan karena adanya arwah dari Emen, salah seorang yang mengalami kecelakaan maut di tanjakan, tepatnya di kota Bandung. Emen akan mengganggu kendaraan yang melintasi jalan tersebut, Dalam Islam, hal semacam ini disebut dengan khurafat.

Apa sih khurafat itu? Kata khurafat berasal dari bahasa arab: al-khurafat yang berarti dongeng, legenda, kisah, cerita bohong, asumsi, dugaan, kepercayaan dan keyakinan yang tidak masuk akal, atau akidah yang tidak benar. Mengingat dongeng, cerita, kisah dan hal-hal yang tidak masuk akal di atas umumnya menarik dan mempesona, maka khurafat juga disebut “al-hadis al-mustamlah min al-kidb,” cerita bohong yang menarik dan mempesona.

Sedangkan secara istilah, khurafat adalah suatu kepercayaan, keyakinan, pandangan dan ajaran yang sesungguhnya tidak memiliki dasar dari agama tetapi diyakini bahwa hal tersebut berasal dan memiliki dasar dari agama. Dengan demikian, bagi umat Islam, ajaran atau pandangan, kepercayaan dan keyakinan apa saja yang dipastikan ketidakbenarannya atau yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan hadis nabi, dimasukan dalam kategori khurafat.

Berdasarkan pengertian di atas, khurafat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka dan bersifat dusta. Begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka merupakan salah satu bentuk khurafat. Seperti halnya tanjakan emen itu. Misteri tanjakan emen tersebut hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran masyarakat yang belum tentu kebenarannya. Oleh sebab itulah, tanjakan emen disebut sebagai khurafat. Dan khurafat itu sendiri, hukumnya adalah haram. Hal itu telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadis Nabi SAW.

Pada zaman Jahiliyah, ada kepercayaan bahwa bulan Safar adalah bulan sial. Kepercayaan atau mitos tersebut langsung dibantah oleh Rasulullah SAW.

Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh.

Kepercayaan bahwa Safar bulan sial atau bulan bencana masih saja dipercaya sebagian umat. Padahal, Rasul sudah menegaskan mitos itu tidak benar.

Salah satu amalan khurafat yang pernah muncul ialah “Pesta Mandi Safar.” Jika tiba bulan Safar, umat Islam mengadakan upacara mandi beramai-ramai dengan keyakinan hal itu bisa menghapuskan dosa dan menolak bala. Biasanya, amalan mandi Safar ini dilakukan pada hari Rabu, minggu terakhir dalam bulan Safar yang diyakini merupakan hari penuh bencana.

Amalan mandi Safar untuk tolak bala dan menghapus dosa itu merupakan kepercayaan penganut Hindu melalui ritual “Sangam” yang mengadakan upacara penghapusan dosa melalui pesta mandi di sungai. Umat Islam harus menghormati keyakinan mereka, tapi tidak boleh menirunya.

Hingga kini pun masih ada umat Islam yang tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Safar karena percaya terhadap khurafat tersebut. Sebuah keyakinan yang dapat menjerumuskan kepada jurang kemusyrikan.

Kesialan, naas, atau bala bencana dapat terjadi kapan saja, tidak hanya bulan Safar, apalagi khusus banyak terjadi pada bulan Safar. Allah SWT menegaskan, “Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kamu melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu. Dialah pelindung kamu, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal,” (QS. At-Taubah: 51 ).

Kepercayaan mengenai perkara sial atau bala pada sesuatu hari, bulan dan tempat itu merupakan kepercayaan orang jahiliyah sebelum kedatangan Islam. [rika/islampos/sahmadfamily/ddhongkong/duniaseram]

Syiah Indonesia Haramkan Pilih Prabowo-Hatta

Admin | Kamis, Juni 12, 2014 | Be the first to comment!

Ormas Syi’ah di Indonesia, IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) secara tegas mendukung pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK. Hal itu dilakukan karena pasangan Jokowi-JK akan memberikan perlindungan dan kebebasan bagi warga Syi’ah untuk menyebarkan ajaran agamanya.

"Kalau di tempat kita (IJABI) mungkin lebih saklek ke Pak Jokowi," kata Koordinator OASE (Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education), Emilia Renita Az usai diskusi di Kantor Human Rights Working Group, Jakarta, Selasa (10/6/2014), lansir kompas.com.

Emilia mengatakan, OASE adalah salah satu sayap organisasi dari IJABI. Dia menyatakan, keputusan dukungan kepada Jokowi-JK merupakan murni hasil fatwa dari Ketua Dewan Syuro IJABI, Jalaluddin Rakhmat, yang tak lain merupakan suami Emilia. Menurut dia, keputusan mendukung Jokowi-JK dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan diambil karena beberapa pertimbangan.

Pertama, Emilia mengklaim PDI Perjuangan merupakan partai politik yang kerap ditindas sepanjang sejarah seperti yang dialami kelompok minoritas di Indonesia, termasuk Syi’ah. Kedua, lanjut Emilia, PDI Perjuangan merupakan parpol yang memiliki komitmen terhadap keberagaman di Indonesia, termasuk kepada kelompok Syi’ah.

Dia mengatakan, suaminya yang juga beragama Islam Syiah, Jalaluddin belum tentu diterima di parpol lain jika bukan di PDI Perjuangan. "Suami saya juga jadi caleg PDI Perjuangan dan lolos ke parlemen," ucapnya.

Alasan lainnya, Emilia menganggap mayoritas muslim Ahlussunnah wal jama’ah adalah intoleran dan telah bergabung bersama Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. (bms/gemaislam)

Pernikahan Dalam Hitungan Jam Semakin Menjamur di Iran

Admin | Kamis, Juni 05, 2014 | Be the first to comment!

Surat kabar Iran pada hari Selasa (03/06) mengungkapkan semakin tingginya tingkat "pernikahan mut’ah (kontrak)" di negeri tersebut, keenggan para pemuda untuk menikah permanen karena kemiskinan yang merata di Iran, imbas sanksi ekonomi yang dikenakan pada negara Syiah tersebut atas program nuklirnya yang kontroversial seperti dilansir al-marsd.com.

Surat kabar "Karon" Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa hasil riset sosial mengungkapkan indikator tingginya "pernikahan mut’ah" atau "pernikahan sementara"  dibanding "perkawinan permanen." Surat kabar itu menyatakan semakin menjamurnya situs-situs pernikahan mut’ah di Internet, dan mayoritas pengunjung situs tersebut adalah para wanita yang telah habis kontrak nikah mut’ahnya.

Dan surat kabar “Karon” menjelaskan bahwa "pernikahan mut’ah" mencakup beberapa periode waktu bisa hanya dalam hitungan jam, bulan dan tahun, dan itu tergantung pada kemampuan finansial/keuangan dan latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh kedua belah pihak.

Menurut situs “Ainul Yaum” bahwa pakar sosial Iran, Majeed Abhari bahwa peningkatan prosentase "pernikahan mut’ah" karena kurangnya kemampuan finansial dan biaya hidup dan para wanita Syiah yang telah habis kontraknya mencari pasangan baru untuk memperbaiki kehidupan sosialnya sehingga mereka akan kembali melakukan nikah mut’ah dengan harga kontrak berapapun.

Diantara hikmah mengapa Syiah menghalalkan nikah mut’ah adalah bahwa nikah mut’ah adalah hukuman dari Allah terhadap kaum Syiah yang mencaci maki dan merendahkan kehormatan bahkan mengkafirkan istri-istri nabi seperti Aisyah dan Hafshah.

Maka Allah pun hinakan wanita-wanita Syiah dengan pernikahan mut’ah yang tidak ubahnya seperti perzinaan bahkan lebih hina dari perzinaan itu sendiri, mereka seumur hidup akan melakukan nikah mut’ah selama mereka tidak bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.(iz/koepas)

Jokowi Didukung Jalaludin Rakhmat, 'Calon Menag PDIP' yang Cela Muhammad SAW

Admin | Senin, Juni 02, 2014 | Be the first to comment!

Tokoh-tokoh politik di belakang calon presiden Joko Widodo, terus diungkap. Jokowi didukung tokoh Syiah, Jalaludin Rakhmat, yang sering mencela keberadaan Rosulullah Muhammad SAW.

Belakangan, video ceramah Jalaludin Rakhmat yang mencela Muhammad SAW, kembali meramaikan jagat sosial media. Dalam video bartajuk “Jalaluddin Rakhmat Caleg No. 1 PDIP Jawa Barat: Mencela Nabi Muhammad”, Jalaludin menyatakan bahwa Rasulullah Syiah bukan Rasulullah Ahlus Sunnah.

Ceramah Ketua Dewan Syura IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia),  itu kabarnya disampaikan Jalaludin di acara HUT Kemerdekaan Iran.

“Buku pertama yang dibaca oleh Bung Karno tentang sejarah Rasulullah adalah The Spirit of Islam. Ditulis oleh Sayyid Amir Ali, seorang syiah. Jadi Rasulullah yang dikenalnya, bukan Rasulullahnya siapapun. Rasullah yang menebarkan senyuman. Bukan Rasulullah yang menyiksa tawanan dengan memutilasinya, sebagai bisa saudara baca dalam Shahih Bukhari,” tegas Jalaluddin Rakhmat.

Sebelumnya, politisi PDIP, Zuhairi Misrawi, pernah mengusulkan Jalaludin Rakhmat sebagai Menteri Agama, jika PDIP berkuasa. “Saya usulkan tokoh Syiah, Jalaludin Rakhmat jadi menteri agama, kelak kalau PDIP berkuasa,” tegas Zuhairi dalam diskusi yang digelar Freedom Institute (18/02/2014).

Selama ini, Jalaludin Rakhmat, bersama sang istri, Emilia Renita, berada di belakang pemenangan Jokowi-JK. Emilia, yang juga petinggi Oase, salah satu lembaga Syiah di Indonesia, menjadi salah satu presidium Jokowers, relawan pendukung Jokowi-JK.

Emilia juga mengaku sudah mendapat restu dari ulama Syiah internasional untuk mendukung Jokowi.
“Kami sudah dapat restu dari para ulama Syiah internasional untuk dukung Jokowi,” ungkap Emilia seperti dikutip bisnis.com (intelijen).

Istri Jalaluddin Rakhmat: Kami Sudah Dapat Restu Syiah Internasional Dukung Jokowi

Admin | Senin, Juni 02, 2014 | Be the first to comment!

Sepanjang pemilu di Indonesia, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden, baru kali ini Syiah terang-terangan menyatakan dukungannya. Bahkan, mereka tidak hanya mengatasnamakan Syiah secara nasional, tetapi juga “melibatkan” restu dan dukungan syiah internasional.

"Kami sudah dapat restu dari para ulama Syiah internasional untuk dukung Jokowi," kata Emilia Renita, saat menghadiri Forum Pemimpin Gereja-gereja Indonesia dukung Jokowi di Galeri Cafe Cikini Jakarta, Jumat (30/5) malam, seperti dikutip Bisnis.com, Sabtu (31/5).

Emilia mengatakan saat ini, para pengikut Syiah di Indonesia diperkirakan mencapai 3 juta orang termasuk 800 orang pengurus. Oase yang dipimpinnya merupakan salah satu lembaga binaan Syiah bersama Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan organisasi lainnya.

Emilia berharap jika terpilih nanti, Jokowi bisa menyelesaikan konflik antaragama yang saat ini semakin marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Emilia Renita adalah istri tokoh Syiah yang terpilih menjadi anggota DPR RI dari PDIP Jalaluddin Rakhmat.

Pada Februari lalu, Emilia meluncurkan buku berjudul “Apakah MUI Sesat” (Berdasarkan 10 Kriteria Aliran Sesat). Menurutnya, buku itu merupakan titik tolak kebangkitan Syiah yang dinilai tertindas. Jika sebelumnya Syiah dinilai sesat, Emilia ingin MUI merasakan bagaimana rasanya dikafirkan.

“Gak bisa orang dikafirin, dan mereka merasakan bagaimana dikafirkan. Yang mengkafirkan mereka itu orang Syiah, perempuan,“ tandasnya. [AM/bersamadakwah]
 
Support : Creating Website | Guru Tomo | Guru Tomo
Copyright © 12.12.2013. gurutomo - All Rights Reserved
Modifikasi by Creating Website Published by Guru Tomo
Proudly powered by Blogger