Kairo. Dr. Murad Ali, penasihat media Partai
Kebebasan dan Keadilan (FJP) mengirimkan sebuah surat kepada
keluarganya, Senin (10/2/2014) kemarin. Dalam surat tersebut, Ali
menceritakan tentang bagaimana perlakuan penguasa kepada para tahanan
penentang kudeta.
Surat ini mendapatkan reaksi yang cukup luas. Bahkan kantor berita seperti Reuters pun sempat meliputnya. Diperkirakan, surat ini akan mendorong dilakukannya tindakan lebih serius
terhadap pelanggaran penguasa terhadap para tahanan. Mengingat hingga
kini penguasa selalu membantah telah melakukan pelanggaran.
Dalam surat tersebut, Ali menyebutkan bahwa sel yang ditempatinya
dibuat dari semen yang luasnya 2×2 meter. Di dalamnya tersedia kran air dan
toilet jamban (lubang di tanah untuk menampung kotoran) sehingga bau
kotoran memenuhi ruangan sel. Ketika memasukinya pada 22 Agustus 2013,
tidak ada aliran air dan listrik. Sehingga selain bau, ruangan itu juga
gelap.
Ali menceritakan, “Aku tidak bisa makan apapun selama dua hari. Bau
ruangan sungguh tidak bisa ditahan. Tidak ada lobang udara, hanya ada
lubang kecil di atas sel. Pencahayaan di siang hari sangat redup,
sedangkan di malam hari gelap gulita.”
Ali menambahkan, “Aku berusaha sebisa mungkin tidak buang air,
yaitu dengan cara tidak makan. Karena kalau buang air, aku tidak tahan
dengan bau yang memenuhi ruangan kecil ini.” Menurutnya, air hanya
dialirkan dua hari setelah masuk sel tersebut. Maka pada hari itulah aku
bisa membersihkan toilet, berwudhu untuk melaksanakan shalat.
Tentang bagaimana tidur, Ali menyebutkan bahwa dia tidur dengan alas
selembar selimut kasar, tanpa bantal dan apapun. Oleh karena itu, dia
menggunakan baju dalamnya sebagai bantal tidurnya.
(msa/dakwatuna/egyptwindow)
Redaktur: Moh Sofwan Abbas


Posting Komentar